langkah kaki ini telah mencapai titik terlelah saat hembusan angin kemarau menerpa
hati perlahan membeku dengan membiarkan degup yang berhitung satu-satu
tapi jiwa memberikan sedikit pemberontakan, "takkan kubiarkan raga ini terdiam dalam bisu"
kembali kaki ini perlahan melanjutkan langkahnya
menapak tanah basah
mengukir jejak pada resah
:karena cinta yang mebawa diri ini, maka dia harus bisa kulukis pada hamaparan awan yang kurindu
-Gede Mt. 26-27 May 2007-
-Sam's-