Location: Aksara Bookstore, Kemang, Jakarta
Hari/Tanggal: Rabu, 25 Januari 2006
Waktu : 19.00 WIB Selesai
Peluncuran Antologi BungaMatahari
Diskusi
Pembacaan dan musikalisasi puisi oleh Acha &
Kunokini, itseira, dan thedyingsirens
Tempat: Aksara Bookstore, Kemang, Jakarta
Pembicara: (1) Seno Gumira Adjidarma Penulis
dan budayawan,
menulis kata pengantar Antologi
BungaMatahari
(2) Eka Budianta Penulis dan budayawan
(3) Krisnamurti Lumenta - Avatar Publishing
(4) Vivian Idris Aksara Bookstore
BungaMatahari (BuMa) adalah komunitas puisi online
berbasis mailing list (milis) yang dibentuk pada
19 April 2000. Sampai Januari 2006, lebih dari 650
penulis dari berbagai latar belakang, usia dan
profesi, tersebar di berbagai kota di Indonesia
hingga mancanegara, terdaftar sebagai anggota BuMa.
Sejak awal tahun 2004, tim editor dan panitia
Antologi BungaMatahari mempersiapkan penerbitan
buku kumpulan puisi pertama BuMa ini. Prosesnya
berlangsung cukup lama karena berbagai hal yang
paling utama adalah kesibukan pribadi para
anggotanya yang sebagian besar pekerja dan
mahasiswa itu. Akhirnya, pada September 2005
Antologi BungaMatahari diterbitkan oleh Avatar
Press, perusahaan penerbitan muda yang mendukung
semangat BuMa untuk mengembangkan puisi Indonesia.
Budayawan Seno Gumira Ajidarma pun bersedia
menulis kata pengantar untuk buku ini, mendampingi
182 puisi dari 92 penulis yang semuanya pernah
tampil di milis BuMa.
Dalam kata pengantarnya untuk Antologi
BungaMatahari, Seno Gumira Ajidarma menekankan
bahwa, Ada banyak puisi yang serius di sini,
dalam arti penulisnya bersungguh-sungguh dalam
usahanya membangun sebuah konstruksi puitik. Namun
juga banyak yang tampak dengan jelas sekadar
bermain-main sajadan justru kecenderungan yang
antiserius ini yang bagi saya lebih menarik,
karena dalam bentuk yang menghalalkan kebebasan
itulah kita melihat fenomena sosial melalui
komunitas ini, yang saling berkomunikasi atas nama
kecintaan kepada puisi.
Jika dibandingkan dengan milis-milis puisi lain
yang cenderung dipenuhi puisi-puisi berat, BuMa
memang mempunyai karakter tulisan yang lebih
beragam dan segar. Hal ini disebabkan puisi-puisi
yang masuk BuMa tidak hanya yang berat dan
serius, tetapi juga yang ringan dan cenderung
nyeleneh, sesuai dengan semboyan BuMa: semua bisa
berpuisi.
Berdasarkan semangat tersebut, dari waktu ke waktu
BuMa berusaha untuk terus menyemangati dan
mewadahi minat dan bakat menulis puisi juga
menstimuli keberanian dan keasyikan membaca puisi
terutama pada kalangan muda. Hal ini sejalan
dengan misi BuMa untuk melestarikan dan
mengembangkan bahasa Indonesia lewat puisi yang
berbahasa Indonesia.
Diprakarsai oleh Gratiagusti Chananya Rompas dan
Danar Pramesti, kini BuMa ikut dijaga oleh
beberapa tukang kebun lain yaitu Pugar Restu
Julian, Aloysius Widyosuwasto, Lovelli Ariesti,
Febrianto Yoshi dan Nurman Priatna.
Selain beraktivitas dan berinteraksi di ruang
cyber, BuMa juga menggelar pertemuan dan pembacaan
puisi secara rutin yang dinamai KebunKata. Sejauh
ini, sudah duabelas kali KebunKata diadakan di
sejumlah tempat: Gedung Dua8, kampus Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Indonesia, Kafe Lokananta,
Warung Apresiasi Bulungan, Rouge, Kafe Buku, Kafe
Ke:kun, RuangRupa dan toko buku Aksara.
Dari waktu ke waktu, BuMa diundang untuk membaca
puisi di berbagai acara yang diselenggarakan
pihak-pihak lain, misalnya acara Bursa Buku Murah
yang diselenggarakan Elex Media Komputindo di
Bentara Budaya pada tanggal 1 Februari 2005. BuMa
juga tampil di acara tribut untuk Chairil Anwar
berjudul Aku, Chairil dan aku yang
diselenggarakan di Galeri Nadi, 28 April 2005.
Pada acara ulang tahun Walhi tahun 2004 dan 2005,
BuMa diminta mengadakan KebunKata dan membacakan
puisi-puisi bertema lingkungan. BuMa juga pernah
tampil di acara peringatan Hari Sampah bulan Juli
2005 yang diselenggarakan oleh event organizer
Centimeter.