langit disudut utara jakarta ini seperti hamparan kanvas putih
menanti goresan dari tarian kuas-kuas yang penuh warna-warna cerah
sudah belasan jejak langkah yang tertinggal, atau malah mungkin ribuan jejak langkah
memoriku terbatas untuk mencatat, karena hanya dalam bingkai bernama gambar aku mencatat
saat kau junjung langit dan timang kerinduan, perlahan tahun mencuri satu usiamu
tapi hamparan perjalanan masih terbentang luas dan menanti langkah-langkahmu
kita selalu bertanya pada diri dan mencari jawab dalam setiap hela nafas
tapi pernahkah kita membiarkan diri bertanya dalam setiap detak jantung
langkah-langkah yang terayun adalah kerinduanmu akan tenang
lukisan-lukisan tanpa kanvas adalah suasana hatimu yang terekam
:dan gumpalan awan yang berarak pagi ini adalah keindahan yang tersampaikan untukmu, Sahabat.
Jakarta, 060706